<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods ID="123428" version="3.3">
<titleInfo>
<title>Biografi Singkat 1914-1953:</title>
<subTitle>K.H Wahid Hasyim</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mohammad Rifai</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jogjakarta</placeTerm></place>
<publisher>Garasi</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>continuing</issuance>
<frequency>Weekly</frequency>
<edition>Cetakan 2020</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>172 halaman ; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sebagai putra dari pendiri NU, sosok Wahid Hasyim merupakan salah satu tokoh yang patut diperhitungkan dalam perkembangan Islam di Indonesia. Latar belakangnya sebagai putra seorang pendiri NU dan seorang santri, tidak menjadikan pemikirannya mengenai Islam pada khususya dan negara pada umumnya bersifat tradisional. Pemikirannya tentang Islam, pendidikan dan negara justru dapat digtolongkan maju. Dengan pemikirannya yang maju ini, menjadikannya seorang tokoh yang berpemikiran modernis.
Pemikiran seorang Wahid Hasyim dalam mengembangkan agama Islam, khususnya pendididkan, dan pemikirannya tentang negara, tertuang dalam perjuangan-perjuangan yang ecara konkret dilakukannya. Perjuanga Wahid Hasim dimulai ketika berada di Pondok Pesantren Tebuireng, kemudian berlanjut ke organisasi NU (Organisasi yang dididirikan oleh ayahnya, K.H. A. HAasyim Asy'ari), Organisasi MIAI, Masyumi, dan Liga Muslimin Indonesia, perjuangannya melawan, penjajah, an perjuangannnya didalam pemerintahan, terutama dalam kementrian keagamaan. Karena perjuangan perjuangan-perjuanganm inilah, maka gelar  Pahlawan Nasiona lemang patut disandangnya.  Namun sayang, pada saat beliau sedang berada dipuncak perjuanganya, beliau harus menghadap  sang pencipta dalam usia yang sangat muda; 39tahun</note>
<subject authority=""><topic>Biografi Tokoh Islam</topic></subject>
<classification>922 Muh w</classification><identifier type="isbn">9786237219651</identifier><recordInfo>
<recordIdentifier>123428</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-29 14:06:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-29 14:06:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>