<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods ID="127828" version="3.3">
<titleInfo>
<title>Apel emas</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tere Liye</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>continuing</issuance>
<frequency>Weekly</frequency>
<edition>Edisi 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>71 halaman: ilustrasi; 30 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Apel EMas adalah mahkota seluruh buah. Raja dari raja segala jenis buah. Bentuknya seperti apel biasa, tapi warnanya emas. Sebutir apel emas tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menyembuhkan penyakit apapun yang diderita manusia. Jika orang memakan buah ini maka tidak akan sakit, mengunyah apel emas akan memberikan rasa bahagia, damai, serta tenteram. Namun Apel Emas tidak sembarangan tumbuh. DIa adalah hasil perjuangan sekelompok manusia yang amat menyayangi hutan, sungai, dan danau. Tidak merusaknya. Dalam buku ini menceritakan kejadian pada masa lampau yang diilustrasikan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Di kala itu manusia masih hidup apa adanya, hidup damai, aman, tenteram, dengan memanfaatkan apa yang ada di alam. Seiring perkembangan pemikiran manusia, maka diliputi rasa yang selalu ingin lebih dan lebih. Manusia membangun pabrik bahkan tambang di alam ini, sehingga lama kelamaan manusia mengalami ketidaknyamanan dengan kondisi alam yang semakin tidak sehat dengan lahan yang semakin penuh dengan bangunan, pohon-pohon habis ditebang sungai menjadi kotor dan tidak sehat. Bumi menjadi lesu. Dari sini Tuhan memberikan pelajaran bagi manusia akibat keserakahan manusia yang tidak pernah merasa cukup. Manusia menyadarinya bahwa kehidupan alam yang alami lebih dibutuhkan oleh manusia untuk menunjang kenyamanan dan ketenteraman hidup di dunia.Pohon Apel Emas ikut merasakan kebahagiaan, karena kelestarian lingkunan dan tumbuhan akan membahagiakan manusia di bumi.</note>
<subject authority=""><topic>Fiksi Indonesia</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn">9786020652689</identifier><recordInfo>
<recordIdentifier>127828</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-31 11:30:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-31 11:30:34</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>