Koleksi Terbaru

Semar


Collection Location
Dinas perpustakaan dan Kearsipan Sleman 
Edition
Cetakan 1 
Call Number
181.198 22 Ard s 
ISBN/ISSN
978-602-5986-65-9 
Author(s)
Ardian Kresna
 
Subject(s)
Filsafat Jawa
 
Classification
181.198 22 
Series Title
 
GMD
Text 
Language
Indonesia 
Publisher
Lontar Mediatama 
Publishing Year
2021 
Publishing Place
Yogyakarta 
Collation
x, 323 halaman: ilustrasi; 22 cm. 
Specific Detail Info
 

Abstract/Notes

Bibliografi halaman 311-319
Tokoh semar dalam pewayangan merupakan seorang yang paling sakti di antara tokoh wayang-wayangan laiannya. Tak ada tokoh yang dapat mengalahkan, bahkan semua menghormatinya. Bahkan Batara Guru yang menguasai jagad Triloka pun tidak lagi memiliki kekuasaan mutlak dalam kedudukan sebagai Mahadewa.

Semar tidak memiliki hasrat kekuasaan dan menonjolkan diri terhadap jasa-jsanya. Fungsi dan peran dia adalah sebagai pendorong, penolong, perawat, dan perestu jalan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Dia adalah penjaga keseimbangan dunia agar bumi, langit dan seisinya dapat berfungsi bagi esejahteraan umum.

Saran dan nasehat yang disampaikan pun tanpa paksaan dan tuntutan, bahkan dia lebih memilih untuk memupuk, mendidik, mengembangkan, nenatangkan, melindungi, dan menyempurnakan segala sesuatu denga watak satria yang di asuhnya.

Semar yang lahir dari konsep asli Jawa (nusantara) adalah gambaran tentang bayangan sudah dipertunjukkan dalam permainan untuk mengungkapkan sifat religius sekaligus mitos kelokalan sebagai inti dari keluruhan budi pekerti, pengabdian tulus, guru tanpa memaksa, serta pemberi semangat dan kekuatan.

Semar adalah seorang pamong yang memiliki tugas sebagai abdi atau pelayan sekaligus pengasuh yang sederhana dan jujur dan tak berpamrih keduniawian bagi kepentngan diri sendiri. Dari sifat kekosongan itulah terletak kesaktiannya.

Materi pemilihan tokoh Punakawan ini sangat menarik untuk digali ajaran kebiajakan yang sangat strategis apabila dilihat dari sistem filsafat.

Pada perkembangan jaman seperti sekarang ini arus teknologi justru membuat banyak manusia diperbudak oleh barang-barang atau benda hasil produksinya sendiri menumbuhkan semacam erosi kepribadian hingga memorosotkan nilai-nilai kebijaksanaan dan keutamaan sebagai manusia yang sebenarnya.

Nilai yang terkandung lainya adalah, dimana tokoh Punakawan dalam materi ini dapat menjadi pemahaman yang dapat dirujukkan dengan kaidah agama-agama yang ada terutama dalam hal spiritualitasnya sebagai upaya pendakian ke arah hakiki menuju keilahian.


Back To Previous


Advanced Search


  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Statistik Pengunjung


Sejak 1 Agustus 2018:
  • Pengunjung hari ini: 152
  • Total Pengunjung: 676660
  • Hits hari ini: 8927
  • Total Hits: 8524493
  • Pengunjung online: 7