<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods ID="128020" version="3.3">
<titleInfo>
<title>Sejarah Desa Sendangagung</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Joko Siswanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Anton Suparnjo Dipomenggolo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Galuh Febri Putra</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Murgiyanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Elmatera</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>continuing</issuance>
<frequency>Weekly</frequency>
<edition>Edisi pertama</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>viii, 289 halaman: ilustrasi; 21 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>bibliografi: halaman 287-289
Buku ini berisi mengenai sejarah terbentuknya Kalurahan atau Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perkembangan teknologi informasi pada dekade terakhir, menjadikan dunia ini seolah tidak berjarak lagi. Orang di belahan dunia manapun bisa terhubung melalui teknologi tersebut. Kerinduan menyusun sejarah Sendangagung tidak lepas dari imbas kemajuan teknologi informasi ini. Awalnya dimulai dengan beberapa warga dan mantan warga Sendangagung bertemu melalui Facebook. Kemudian melalui aplikasi WhatsAppS (WA), BBM dan sejenisnya. Mulanya pertemuan melalui media sosial tersebut hanyalah dialog yang sifatnya nostalgia belaka, berisi obrolan tak berujung apalagi berpangkal. Makin lama anggota makin banyak dan ada kerinduan untuk bertemu.
Dalam menelusuri sejarah Kelurahan Sendangagung dengan 15 padukuhan dan daerah sekitarnya, dengan semuaadat yang masih hidup, terasa jiwa melayang ke masa lampau, lebih-lebih karena para anggota tim penyusun semua lahir dan terlibat di dalam kehidupan Sendangagung di masa lampau, bahkan sebagian sekarang masih tinggal di Sendangagung. Ada masa-masa indah dikenangnya, menarik, menegangkan, menakutkan, meski tidak sedikit peristiwa lucu bahkan konyol dilihat pada masa lampau, apalagi jika dilihat dengan kacamata sekarang. Sungguh semakin mengasyikkan. Menyusun sejarah kadang menjadi hiburan tersendiri di tengah-tengah kesibukan harian, sekaligus sebagai fase dalam rutinitas keseharian dan menjadi kesibukan bagi para purnakarya, &quot;sinambi kalane nganggur&quot;.</note>
<subject authority=""><topic>Sendangagung</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Sejarah Sleman</topic></subject>
<classification>959.8274</classification><identifier type="isbn">9786025714894</identifier><recordInfo>
<recordIdentifier>128020</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-01 10:17:50</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-01 10:17:50</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>