<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods ID="128040" version="3.3">
<titleInfo>
<title>Djocjakarta mereka [pernah] di sini Des 1948-Juni 1949</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wawan K Joehanda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>Matapadi Presindo</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>continuing</issuance>
<frequency>Weekly</frequency>
<edition>Cetakan 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>x, 174 halaman: ilustrasi; 21,5 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Bibliografi halaman 169-172

Semangat yang ditanamkan oleh Jenderal Spoor melalui Sagorder yang dikeluarkan mampu meningkat moral  tempur pasukan Belanda. Dengan Perintahnya Spoor mengatakan agar pasukan Belanda dalam mlakukan serbuannya sebagai &quot; de laaste actie&quot; ( aksi penghabisan). Hal ini membuat pasukan Belanda semakin percaya diri dalam melancarkan agresinya yang kedua. 
Kepercayaan diri pasukan Spoor yang terdiri dari Groep M maupun dari darat Kolone Tempur 1, bisa terlihat dari kata-kata yang ditulis di kendaraan mereka seperti: &quot; Naar Djokja&quot; ( menuju Yogya), &quot; De Soldaten van Spoor, komen er overal door&quot; ( Prajurit-prajuritSpoor, dapat mendobrak kemana-mana).
Bagi pasukan Belanda, ini mungkin menjadi penanda untuk hasil akhir yang final. Koran-koran lokal Republik telah pula menulis &ldquo;Londo wis teko&rdquo; (Belanda sudah datang). Dan, memang itulah yang terjadi. Belanda merangsek masuk ke jantung ibu kota Republik secara cepat dan gemilang. Yogyakarta mampu mereka rebut dan duduki hanya dalam hitungan jam.

Akan tetapi, keberhasilan yang diraih pasukan Belanda itu ternyata berbalik dan justru membuahkan keuntung yang tidak bisa ditawar lagi kemenangan pihak Republik.

Semoga ini mampu memberikan gambaran tentang peristiwa tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Bagaimanapun, mereka bertindak sebagaimana layaknya tentara, yang harus tunduk dan patuh pada keputusan politik pemerintah mereka</note>
<subject authority=""><topic>Yogyakarta-Sejarah</topic></subject>
<classification>959.827</classification><identifier type="isbn">9786021634202</identifier><recordInfo>
<recordIdentifier>128040</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-01 11:27:41</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-01 11:27:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>